Aku, IPNU-IPPNU, Dan Desaku
Semaraknya isu yang beredar di media sosial, tentang paham liberalisme, radikalisme oleh para pesiar bermuka agama, memaksa semua semua orang searah, dan mengikuti perintah, jika tidak dianggap kafir, bahkan surga, neraka menjadi penentunya, orang awam menjadi sasaran, dengan membawa identitas latar belakang.
Saya merasa terpanggil, untuk mencari jalan keluar, hingga menemukan jawaban dengan cara ikut MAKESTA dan bergabung di IPNU IPPNU, selama tiga hari dua malam ikut diklat, semua materi yang disampaikan, sangat cocok bagi Indonesia yang banyak perbedaan, baik suku, budaya, dan agama, tapi tetap bersatu di bawah naungan Bhinneka Tunggal Ika.
Dari sekian organisasi yang pernah saya geluti, hanya di IPNU-IPPNU yang bisa mengikat baik secara emosional, nalar keilmuan maupun kerohanian, dari sebuah ikatan, timbullah sebuah kecintaan, saya merasa terpukul ketika ada kegiatan dan selalu ingin bergegas hadir membersamai terus dalam agenda IPNU-IPPNU baik kegiatan kaderisasi, keagamaan maupun kemasyarakatan.
Sangat sulit memang kita mengajak orang awam, yang sudah terhegemoni oleh doktrinan keras, seakan tiada cinta pada orang yang berbeda, seolah sumber kebenaran hanya berpihak padanya, padahal jika berpikir lebih bersih, buat apa Allah menciptakan perbedaan, jika bukan untuk saling mencintai. Paling tidak, jika bukan cinta antar sesama agama, cintailah karena hidup atas tanah air yang sama, jika tidak bisa, minimal cintai antar kemanusiaannya.
Strategi cara membasmi hal ini, kita bergerak, menyapa, dan membuat kedekatan pada pada pemuda, khususnya ke tingkat pelajar yang masih memangku di sekolah, mengajak mereka mengenal NU sejak dini, dengan memberi edukasi, pentingnya paham Aswaja ala Nahdlatul Ulama, tradisi Keagamaan Nahdlatul Ulama, serta Keorganisasian, sehingga bisa mempunyai pandang pada dirinya tentang perjalanan butuh proses, dan terstruktur.
Diakui atau tidak, kebesaran NU masa depan, di tentukan keseriusan IPNU IPPNU hari ini, sebab siapa lagi yang memegang tongkat estafet NU nanti, jika kader IPNU IPPNU sekarang stagnan, tidak mencegat yang haluannya tidak ada kejelasan, hanya memakai nama nama yang bikin masyarakat awam seakan ketakutan.
Banyupelle. Rabu 12 Juli 2023


Komentar
Posting Komentar